Pemkab Kediri Dorong Optimalisasi PAD Retribusi Jaringan Fiber Optik

    Pemkab Kediri Dorong Optimalisasi PAD Retribusi Jaringan Fiber Optik

    Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset untuk penyelenggara infrastruktur telekomunikasi dan informatika jaringan fiber optik. 

    Mendorong optimalisasi PAD tersebut, Bupati Hanindhito Himawan Pramana diwakili Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menghadiri rapat implementasi konsep sewa Barang Milik Daerah (BMD) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, Selasa (20/1/2026).

    Rapat tersebut dalam rangka penyamaan persepsi dan pemahaman terkait implementasi Pasal 128B tentang besaran faktor penyesuaian sewa infrastruktur telekomunikasi dan informatika, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 tentang pedoman pengelolaan BMD.

    Mbak Dewi menyampaikan, Pemerintah Kabupaten kediri berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat. Disisi lain, pemerintah daerah juga perlu memastikan pengelolaan BMD, khususnya infrastruktur telekomunikasi dan informatika jaringan fiber optik bisa berjalan secara optimal dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Di Kabupaten Kediri, potensi PAD dari sewa BMD untuk fiber optik itu Rp6, 4 miliar, ” katanya. 

    Hanya saja, lanjut dia, pemanfaatan aset milik daerah oleh pihak swasta tersebut belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD. Pasalnya, dalam Permendagri Nomor 7 Tahun 2024, disebutkan bilamana daerah belum ada saluran jaringan utilitas terpadu (SJUT) penyesuaian sewa hanya 0%. 

    “Akhirnya pendapatan daerah turun drastis, kita punya potensi Rp6, 4 miliar tapi hasilnya di tahun 2024 hanya Rp225 juta dan di tahun 2025 (turun) di Rp80, 8 juta, ” ungkapnya.

    Kondisi serupa, menurut Mbak Dewi juga terjadi di berbagai daerah lain. Melalui forum diskusi yang dipimpin Wamendagri Bima Arya Sugiarto dan dihadiri perwakilan berbagai kementerian, termasuk asosiasi penyelenggara jaringan telekomunikasi (Apjatel) tersebut pihaknya berharap nantinya ditemukan solusi tepat yang memberikan dampak bagi peningkatan PAD. 

    “Nantinya akan ada tindaklanjut, entah revisi atau apa yang memberikan win-win solution, ” tandasnya.(adv/PKP)

    kediri
    Prijo Atmodjo

    Prijo Atmodjo

    Artikel Sebelumnya

    Mas Dhito Minta Kantor Satpol PP Pindah...

    Artikel Berikutnya

    Mbak Wali Resmikan Sentra Kuliner Pasar...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    KAI Daop 7 Madiun: Angkutan Barang Melaju Pesat di Awal 2026
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi
    BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam

    Ikuti Kami