Truk Mogok di Perlintasan, KAI Daop 7 Madiun Sesalkan Kelalaian Pengguna Jalan

    Truk Mogok di Perlintasan, KAI Daop 7 Madiun Sesalkan Kelalaian Pengguna Jalan

    Sebuah insiden menegangkan terjadi pada Selasa malam, 28 April 2024, pukul 21.35 WIB, ketika sebuah truk berhadapan dengan laju Kereta Api (KA) 408 relasi Kertosono–Malang. Peristiwa nahas ini berlokasi di JPL 190 Km 120 448, sebuah perlintasan resmi yang terjaga di antara Stasiun Blitar dan Garum. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian yang seharusnya bisa dihindari ini.

    Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan kronologi kejadian yang berawal dari aktifnya sistem peringatan di perlintasan. Sirene telah berbunyi nyaring, menandakan kedatangan kereta api, dan petugas penjaga perlintasan bersiap menutup palang pintu. Namun, di tengah suara peringatan itu, truk tersebut justru nekat melintas.

    “Pada saat sirene peringatan sudah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu, truk tersebut tetap melintas. Saat berada di tengah perlintasan, kendaraan tiba-tiba mengalami mogok dengan posisi tidak presisi dengan jalur kereta api, sehingga menghalangi ruang bebas jalur kereta api, ” ujar Tohari. Rabu (29/4/2026)

    Petugas penjaga perlintasan, meski telah berupaya sekuat tenaga menghentikan laju kereta api dengan membawa semboyan 3, tak kuasa mencegah tragedi. Jarak kereta yang sudah terlalu dekat membuat KA 408 tidak dapat mengerem mendadak, sehingga tabrakan tak terhindarkan.

    Insiden ini menyebabkan lokomotif KA 408 mengalami gangguan teknis, yakni patahnya plug kran, yang mengakibatkan kereta sempat terhenti di lokasi kejadian. Beruntung, masinis dan asisten masinis dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut.

    Menyikapi situasi darurat ini, KAI Daop 7 segera berkoordinasi dengan PPKA, petugas pengamanan, serta tim sarana untuk melakukan penanganan di lokasi. Upaya evakuasi truk akhirnya membuahkan hasil pada pukul 22.00 WIB, memungkinkan jalur kereta api kembali dapat dilalui.

    Selanjutnya, pada pukul 22.35 WIB, setelah lokomotif berhasil diperbaiki, KA diizinkan melanjutkan perjalanan kembali ke Stasiun Blitar dengan kecepatan sangat terbatas, yakni 5 km/jam. Langkah pengamanan ekstra dilakukan dengan petugas yang mendahului kereta sambil membawa semboyan 3.

    Tohari menekankan bahwa kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna jalan. Ia mengimbau agar selalu disiplin saat melintasi perlintasan sebidang, karena kelalaian sekecil apapun dapat berakibat fatal.

    “Kami sangat menyayangkan tindakan pengguna jalan yang tetap melintas saat sirene sudah berbunyi. Perlintasan sebidang bukan tempat untuk mengambil risiko. Pelanggaran seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, ” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya memahami fungsi fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang. “Perlu kami tegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukan merupakan alat pengaman utama, melainkan alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, rambu-rambu lalu lintas yang terpasang sebelum memasuki perlintasan sebidang merupakan aturan mutlak yang harus dipatuhi oleh seluruh pengguna jalan, ” tambah Tohari.

    KAI kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan:

    1. Tidak melintas saat sirene sudah berbunyi atau palang pintu mulai ditutup;

    2. Memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintas;

    3. Tidak berhenti di area perlintasan; dan

    4. Selalu mendahulukan perjalanan kereta api.

    “KAI berkomitmen menjaga keselamatan perjalanan kereta api, namun diperlukan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, ” tutup Tohari.

    kereta api kecelakaan keselamatan lalu lintas madiun kai
    Prijo Atmodjo

    Prijo Atmodjo

    Artikel Sebelumnya

    Imigrasi Kediri Deportasi Dua WNA Asal Tiongkok

    Artikel Berikutnya

    Gangguan Kereta Api Akibat Insiden Bekasi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Optimalisasi Gakkum Presisi : Ditlantas Polda Jatim Gelar Operasi Dakgar Berbasis Handheld
    Kabid Humas Polda Jatim Tutup Pelatihan Public Speaking, Tekankan Komunikasi Jujur dan Transparan
    Mas Dhito Jenguk Siswa Diduga Keracunan MBG
    Wali Kota Kediri Tinjau Langsung Posyandu Seruni Wali Barokah Peluncuran Posyandu 6 SPM
    Senyum Bahagia Ibu Modesta Akarepia, Dapat Layanan Kesehatan dari Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika

    Ikuti Kami